Tampung Aspirasi Pelaku Industri, Pemkab Manggarai Barat Gelar Coffee Morning


Labuan BajoPemerintah Kabupaten Manggarai Barat membuka ruang dialog dengan para pengusaha di wilayahnya melalui kegiatan Coffee Morning yang digelar di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (8 Januari 2026). Forum ini difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, dengan tujuan menampung ide, aspirasi, serta kendala yang dihadapi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan pemerintah dan pelaku industri.


Dilansir dari portal resmi Info Mabar (infomabar.manggaraibaratkab.go.id), Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., menegaskan bahwa sektor usaha dan industri merupakan pilar utama penggerak pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa kontribusi dunia usaha tidak tergantikan dan sinergi dengan pemerintah sangat diperlukan.


“Fakta di lapangan menunjukkan peranan dunia usaha sangat signifikan dan tidak tergantikan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Wabup Yulianus, dikutip dari rilis resmi Pemkab.

Baca Juga: 

Gunung Sumbing, Wisata Alam Favorit dan Jalur Pendakian Terbaik di Jawa Tengah

Dalam kesempatan tersebut, Wabup memaparkan beberapa bukti nyata kontribusi dunia industri terhadap pembangunan daerah, yaitu:


1. Penurunan Tingkat Pengangguran: Industri berperan menekan angka pengangguran terbuka hingga sekitar 3,32 persen.

2. Pendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD): Kontribusi dunia usaha mendorong realisasi PAD tahun 2025 melebihi target, dari Rp281 miliar menjadi Rp285,42 miliar.

3. Mitra Pembangunan melalui CSR: Dunia usaha aktif mendukung pembangunan melalui program Corporate Social Responsibility yang menyentuh masyarakat secara langsung.


Wabup Yulianus menegaskan bahwa pencapaian menurunkan pengangguran dan melampaui target PAD merupakan hasil nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku industri. “Ini bukan hanya klaim. Ini data yang kami miliki. Pencapaian menurunkan pengangguran dan melebihi target PAD adalah buah sinergi dan kontribusi nyata Bapak/Ibu pelaku industri,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kehadiran pemerintah dalam forum seperti Coffee Morning tidak hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk menindaklanjuti setiap masukan dengan action plan yang nyata. “Pintu pemerintah terbuka. Apa yang perlu pemerintah lakukan dari hasil diskusi kita hari ini, akan kami eksekusi,” kata Wabup.


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha. Dilansir dari laporan resmi, tujuan Coffee Morning ini mencakup:

1. Menampung secara terbuka dan jujur berbagai aspirasi, kendala, dan harapan dari dunia usaha.

2. Memfasilitasi berbagi pengalaman dan praktik baik antar pelaku usaha.

3. Mendapatkan ide-ide cemerlang untuk bersama-sama mengembangkan dunia usaha dan perekonomian Manggarai Barat.


Acara yang mengangkat tema “Memperkuat Layanan Ketenagakerjaan dan Tata Kelola Kemitraan” ini diharapkan menjadi langkah awal membangun komunikasi lebih intensif antara pemerintah daerah dan seluruh pelaku industri. Forum ini diharapkan menciptakan iklim usaha yang kondusif, aman, dan nyaman, sekaligus mempercepat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat secara menyeluruh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Inosentius Samsul: 35 Tahun di DPR Hingga Jadi Hakim Mahkamah Konstitusi

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Berlaku Januari 2026: Panduan Lengkap untuk Nasabah

PPPK Paruh Waktu Diangkat Menjadi Penuh Waktu: Desakan DPR dan DPD RI ke Pemerintah untuk Segera Bertindak

Cara Cek PKH dan PIP 2025 Lewat HP: Panduan Lengkap, Mudah, dan Resmi

Permata Tersembunyi di Manggarai Barat: Menjelajahi Air Terjun Cunca Polo